Logo Bloomberg Technoz

Dampak Gejolak Selat Hormuz ke PBRX Akan Tampak di Kuartal III

Muhammad Fikri
09 April 2026 08:20

Pekerja di pabrik tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di Solo, Jawa Tengah./Bloomberg-Muhammad Fadli
Pekerja di pabrik tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di Solo, Jawa Tengah./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX), bersiap dengan skenario terburuk kenaikan harga bahan baku, jika ketegangan AS-Iran terjadi berkepanjangan.

Kedua negara baru saja mengumumkan gencatan senjata dua pekan ke depan. Namun, ini bukan berarti akhir dari ketegangan, sehingga masih berpotensi memicu fluktuasi harga minyak dunia, imbas tersendatnya pengiriman minyak global di Selat Hormuz. Gencatan senjata juga sangat rapuh, terlebih Iran menyebut ada pelanggaran setelah Iran menggempur Lebanon, kurang dari sehari setelah gencatan senjata disepakati.

Sementara, minyak memiliki banyak produk turunan, termasuk bahan baku tekstil. Kenaikan harga minyak otomatis mengerek harga bahan baku, sehingga berpotensi menekan kinerja keuangan perusahaan.


Vice CEO Pan Brothers (PBRX) Anne Patricia Sutanto tak menampik adanya risiko tersebut. Menurutnya, dampak ke kinerja diperkirakan baru terlihat mulai kuartal III.

"Untuk kuartal I dan II tidak [belum terlihat dampaknya]. Kalau kuartal III dan IV, untuk bahan baku, kalau pun ada dampak, sudah terukur," jelas Anne.