Israel Gempur Lebanon usai Gencatan Senjata AS-Iran, 254 Tewas
Redaksi
09 April 2026 07:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Serangan udara Israel menghantam sejumlah kawasan komersial dan pemukiman padat di pusat kota Beirut tanpa peringatan terlebih dahulu, yang menewaskan ratusan warga. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata dalam perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan setidaknya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya luka-luka dalam serangan yang berlangsung pada Rabu (8/4). Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine menyatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "eskalasi berbahaya" setelah Israel meluncurkan lebih dari 100 serangan udara di seluruh negeri.
"Ambulans masih terus mengevakuasi korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ujar Nassereddine dikutip dari Al Jazeera.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan terkoordinasi terbesar di Lebanon sejak dimulainya operasi militer baru pada 2 Maret lalu. Serangan tersebut menargetkan wilayah Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan itu menyasar infrastruktur Hizbullah. "Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat komando di seluruh Lebanon. Ini adalah pukulan terkonsentrasi terbesar yang dialami Hizbullah sejak Operasi Beeper," tegas Katz melalui pernyataan video.





























