Logo Bloomberg Technoz

Produsen Tahu-Tempe Surati Prabowo, Menjerit Kedelai Mahal

Sultan Ibnu Affan
09 April 2026 09:40

Parjin memilih kedelai di Duren Tiga, Jakarta Selatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Parjin memilih kedelai di Duren Tiga, Jakarta Selatan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia atau Gakoptindo menyurati Presiden Prabowo Subianto soal keluhan potensi kenaikan harga komoditas kedelai dan plastik sebagai bahan baku utama akibat eskalasi konflik Timur Tengah

Berdasarkan data internal, harga kedelai, sebagai bahan baku utama belakangan mengalami telah mengalami kenaikan dari semula masih sebesar Rp9.000/kg, kini menjadi di atas Rp11.000/kg. Ketua Umum Gakoptindo Tri Harjono mengatakan kemampuan maksimal pihaknya sebagai pengrajin tahu tempe dalam membeli kedelai berada pada kisaran harga beli di Pulau Jawa Rp9.500/dan Rp10.000/kg untuk luar Pulau Jawa.

"Apabila harga kedelai melebihi batas tersebut, maka akan sangat memberatkan kami, bahkan dapat mengancam keberlanjutan usaha kami dan mata pencaharian kami sebagai para pelaku usaha kecil di sektor ini," kata Tri dalam surat yang diterima Bloomberg Technoz, dikutip Kamis (9/4/2026).


Tri mengatakan Gakoptindo memiliki anggota di 27 Provinsi dan 217 di tingka Kabupaten/Kota, dengan total kebutuhan kedelai mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.

Berdasarkan pemantauan internal di lapangan di berbagai daerah, harga kedelai memang mengalami kenaikan, namun tidak seluruhnya mencerminkan kondisi yang seragam di semua wilayah, dan masih sesuai standar harga yang di tetapkan oleh pemerintah.