Logo Bloomberg Technoz

Risalah The Fed: Risiko Inflasi & Tenaga Kerja Naik Akibat Perang

News
09 April 2026 07:20

Gedung The Federal Reserve/The Fed (Sumber: Bloomberg)
Gedung The Federal Reserve/The Fed (Sumber: Bloomberg)

Enda Curran - Bloomberg News

Bloomberg, Sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) semakin khawatir bahwa perang dengan Iran dapat terus memicu inflasi. Berdasarkan notulensi rapat bulan Maret yang dirilis pada Rabu (8/4), Bank Sentral AS memberikan sinyal kuat bahwa mereka mungkin harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Dokumen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 17-18 Maret menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan bergulat dengan berbagai skenario ekonomi AS setelah pecahnya perang Iran, serta reaksi kebijakan yang harus diambil.


Mayoritas pejabat khawatir perang yang berkepanjangan dapat merusak pasar tenaga kerja dan memerlukan penurunan suku bunga. Namun, di saat yang sama, banyak pembuat kebijakan menyoroti risiko inflasi yang pada akhirnya justru menuntut kenaikan suku bunga.

Stephen Stanley, Kepala Ekonom AS di Santander Capital Markets, menilai notulensi tersebut menunjukkan komite melihat adanya peningkatan risiko baik pada sektor inflasi maupun lapangan kerja.