Logo Bloomberg Technoz

Bioetanol RI Dinilai Sulit Bersaing di Global, Ini Tantangannya

Pramesti Regita Cindy
08 April 2026 10:50

Kilang bioetanol di Iowa, AS./Bloomberg-Daniel Acker
Kilang bioetanol di Iowa, AS./Bloomberg-Daniel Acker

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengembangan produk bioetanol nasional dinilai memiliki sejumlah tantangan besar untuk bersaing di pasar global.

Penilaian tersebut disampaikan oleh peneliti Jeffrey Hutton dalam laporan bertajuuk Why is Food Estate Not the Answer for Food and Energy Security? yang dilakukan bersama dengan Center of Economic and Law Studies (Celios). 

Dalam laporan yang dilansir Selasa (7/4/2026) itu, dia menyoroti struktur biaya produksi dan logistik menjadi faktor utama yang membuat bioetanol Indonesia kurang kompetitif dibandingkan dengan negara produsen utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Brasil.


"Bioetanol biasanya sangat mahal untuk diproduksi di Indonesia. Mengapa? Karena biaya logistik jauh lebih tinggi di sini dibandingkan dengan di wilayah geografis besar dan bersambung seperti Amerika Serikat dan Brasil," kata Hutton dalam paparannya untuk laporan tersebut.

Di samping itu, dia menjelaskan rantai pasok bioetanol terbilang rumit. Dia mencontohkan tebu yang ditanam di wilayah seperti Merauke harus melalui berbagai tahapan distribusi, mulai dari pengiriman ke terminal, penyimpanan, menunggu kapal, hingga akhirnya diproses lebih lanjut.

Presiden Prabowo Subianto di Merauke, Papua Selatan pada November 2024. (indonesia.go.id)