RKAB Nikel-Batu Bara Belum Kelar Usai Relaksasi, Produksi Distop?
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 April 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan hingga saat ini sudah menyetujui sekitar 210 juta ton volume produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 komoditas nikel, serta sekitar 580 juta ton untuk komoditas batu bara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengaku proses persetujuan RKAB 2026 masih terus berlanjut, dengan target kuota kumulatif produksi bijih nikel dalam RKAB tahun ini disetujui sebanyak 260 juta ton dan batu bara sekitar 600 juta ton.
Tri menyatakan sejumlah perusahaan pertambangan—yang masih belum mendapatkan persetujuan RKAB hingga periode relaksasi berakhir per 31 Maret 2026 — masih dapat melanjutkan produksinya. Namun, jika RKAB yang diajukan sudah mendapatkan penolakan kedua, maka produksi harus distop.
“Kalau sudah penolakan kedua enggak bisa, tetapi kalau baru penolakan pertama masih bisa,” kata Tri ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).
Tri mengungkapkan hingga saat ini sudah merestui RKAB nikel sejumlah 210 juta ton. Dengan begitu, dia menyatakan proses persetujuan RKAB 2026 untuk komoditas tersebut sudah hampir rampung.






























