Logo Bloomberg Technoz

Respons Purbaya Soal Rupiah Menguat Tipis Dipicu Geopolitik

Dovana Hasiana
08 April 2026 20:40

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,5% ke level Rp17.010/US$ pada perdagangan spot hari ini, Rabu (8/4/2026), menyusul lesunya mata uang Greenback, di tengah meredanya tensi geopolitik seiring kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah. 

Menanggapi kondisi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global berkurang, tercermin dari langkah Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memutuskan untuk melakukan gencatan senjata. Hal ini membuat nilai tukar rupiah membaik.

"Malah takut lu? Ketidakpastian global berkurang kan, itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3% tadi," ujar Purbaya di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).


Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia memiliki kondisi yang baik. Maka itu, jika sentimen negatif kondisi geopolitik lenyap, maka fondasi yang sesungguhnya bisa menopang ekonomi nasional.  

"Kalau global, dan bagus kondisinya, jadi kalau sentimen hilang ya sudah kelihatan lagi fondasi fundamental ekonominya," lanjut Purbaya.