Logo Bloomberg Technoz

OJK: Gejolak Selat Hormuz Seharusnya Jadi Momentum Multifinance

Merinda Faradianti
09 April 2026 09:50

Suasana pelayanan kontak 157 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (20/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana pelayanan kontak 157 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (20/12/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar minyak (BBM) dapat menjadi momentum strategis percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Tak hanya itu, kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi industri pembiayaan atau multifinance untuk memperluas portofolio pembiayaan hijau.

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman mengatakan, ketidakpastian pasokan energi fosil global harus disikapi secara proaktif oleh pelaku industri jasa keuangan.


“Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga BBM global perlu dicermati sebagai peluang untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri," kata Agusman, dikutip Kamis (9/4/2026).

"Industri multifinance memiliki peran strategis dalam mendukung transisi ini melalui perluasan pembiayaan hijau,” ujarnya.