Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Faktor Eksternal Sebabkan Rupiah Anjlok ke Rp17.095/ US$

Redaksi
07 April 2026 20:00

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terus mencatatkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026) mata uang garuda mencatatkan penurunan 0,33% ke level Rp17,095 per US$.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa pelemahan rupiah ini disebabkan oleh faktor eksternal, terutama dengan masih panasnya konflik di Timur Tengah. David bilang, pelemahan mata uang ini terjadi di semua negara, tak terkecuali Indonesia.

“Semua negara sekarang melemah terhadap dolar. Indeks dolarnya kan masih menguat. Jadi ya ini karena sentimen konflik di Timur Tengah,” kata David kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/4/2026).


Menurut David, sentimen eksternal ini sangat bergantung terhadap lama tidaknya konflik ini berlangsung. Selain faktor Timur Tengah, sentimen suku bunga The FED yang kemungkinan masih ditahan pada semester I-2026 ini juga menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah.

“Lalu juga yang ditunggu market itu pengumuman MSCI kan katanya mau bulan Mei. Serta juga rating outlook S&P juga kan belum keluar ya. Nah itu semuanya itu pengaruh di semester satu ini,” tambah David.