Langkah Menperin Saat Industri Cemas Tingginya Harga Plastik
Sultan Ibnu Affan
08 April 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui eskalasi perang Timur Tengah turut menyebabkan pasokan nafta, yang juga menjadi bahan baku plastik memicu koreksi suplai yang menyebabkan kenaikan harga.
Agus mengatakan pemerintah bersama pelaku industri melakukan berbagai upaya langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi.
"Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu," ujar Agus dalam pernyataan resminya, Rabu (8/4/2026).
Agus mengatakan sejumlah langkah tersebut meliputi mencari sumber alternatif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan wilayah.
Kemudian, penggunaan LPG juga dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta. Tak hanya itu, pemerintah juga "mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berkualitas tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar," kata dia.
































