Rupiah di Titik Terendah, Misbakhun Sebut Kebijakan BI Usang
Mis Fransiska Dewi
08 April 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai Bank Indonesia (BI) masih menggunakan cara konvensional dan cenderung terlalu berhati-hati dalam menjaga nilai tukar rupiah. Politikus Partai Golkar itu memandang BI harus membuka perspektif lebih kuat dalam menentukan berbagai arah kebijakan moneter yang dijalankan.
Hal ini merespons nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,33% pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Mata uang Nusantara kembali berada di level terendah sepanjang masa, yaitu Rp17.095/US$.
“Saya menemukan cara BI menangani nilai tukar masih sangat konvensional dan terlalu hati-hati. Kebijakan-kebijakan moneter kita kalau menurut saya BI ini perlu membuka perspektif lebih kuat,” kata Misbakhun dalam diskusi ekonomi dikutip Rabu (8/4/2026).
Misbakhun mengaku setiap hari dirinya selalu berdisuksi dengan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti terkait dengan nilai tukar rupiah. Dia juga tak menyangkal bahwa BI melakukan upaya yang sangat serius dalam menjaga nilai tukar rupiah, baik di spot market, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) maupun Non-deliverable forward (NDF) di off-shore market.
Akan tetapi, menurut Misbakhun, dengan kondisi yang dinamis seperti saat ini, cara bank sentral menangani permasalahan masih tidak berubah. “Permasalahannya makin lama makin kompleks, dia [cara BI] tidak berubah,” ujarnya.






























