Logo Bloomberg Technoz

Terpakai untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun US$3,7 Miliar

Hidayat Setiaji
08 April 2026 10:51

Ilustrasi pergerakan dolar AS yang turun drastis dan bisa rebound imbas pernyataan Presiden Donald Trump. Bloomberg
Ilustrasi pergerakan dolar AS yang turun drastis dan bisa rebound imbas pernyataan Presiden Donald Trump. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa per akhir Maret. Terjadi penurunan, salah satunya akibat kebutuhan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada Rabu (8/4/2026), BI mengumumkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret sebesar US$ 148,2 miliar. Turun US$ 3,7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan  penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," tulis laporan BI.


Posisi cadangan devisa pada akhir Maret, lanjut laporan BI, setara dengan pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," demikian laporan BI.