Logo Bloomberg Technoz

“Dengan meredanya risiko geopolitik yang dibarengi dengan kejutan positif pada kinerja laba perusahaan, momen ini tampak menjadi titik balik di mana pasar bertransisi dari fase diskon akibat risiko perang menuju fase normalisasi,” ujar Ha Seok-Keun, Chief Investment Officer di Eugene Asset Management Co.

Ia menambahkan bahwa fenomena ini menjadi indikasi bahwa guncangan energi—yang sebelumnya menjadi risiko utama bagi pasar saham Korea—kini mulai mereda secara signifikan. Saat ini, won diperdagangkan pada level tertinggi sejak 11 Maret, sementara obligasi 10-tahun mencapai titik tertinggi sejak 19 Maret.

Sebelumnya, guncangan energi telah memaksa pemerintah Korsel mengambil langkah-langkah agresif, termasuk penetapan batas atas harga bahan bakar guna melindungi ekonomi. Otoritas setempat juga telah menyiapkan rencana darurat untuk menekan permintaan energi dan menstabilkan harga, mengingat ketergantungan yang sangat tinggi terhadap impor minyak.

“Ini adalah aksi beli karena rasa lega (relief buy) setelah aksi jual berlebihan sebelumnya,” kata Francis Tan, kepala strategi Asia di Indosuez Wealth, Singapura. Namun, ia memperingatkan bahwa faktor pendorong kenaikan harga energi tidak akan berubah drastis dalam waktu dekat karena kapasitas produksi yang hilang tidak dapat dipulihkan dengan cepat.

Selain itu, ketegangan yang masih tarik-ulur diperkirakan akan tetap ada karena kepercayaan antarnegara yang terlibat tidak dapat dibangun dalam semalam. “Jadi, pembeli harus tetap waspada,” pungkas Tan.

(bbn)

No more pages