Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Mis Fransiska Dewi
07 April 2026 17:40

Dampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI terhadap bunga perbankan. Ilustrasi kantor Bank Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Dampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI terhadap bunga perbankan. Ilustrasi kantor Bank Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,33% pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026). Mata uang Nusantara kembali berada di level terendah sepanjang masa, yaitu Rp17.095/US$. 

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Untuk itu, BI akan  mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, [Domestic Non Deliverable Forward] DNDF maupun [Non-Deliverable Forward] NDF di offshore market,” kata Destry dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026). 


Dia menjelaskan ⁠dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, yakni kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir  dapat memberikan efek positif bagi perekonomian RI. 

“Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” ujarnya.