Logo Bloomberg Technoz

Kilang Minyak:

  • Ruwais, UEA: Salah satu kilang terbesar di dunia mengalami beberapa kebakaran akibat puing-puing yang jatuh akibat intersepsi pertahanan udara, kata pemerintah Abu Dhabi pada 5 April.
  • Ras Tanura, Arab Saudi: Saudi Aramco menghentikan sementara operasi di kilang pengolahan minyak mentah terbesar kerajaan itu—dengan kapasitas 550.000 barel per hari—setelah serangan drone pada hari-hari awal perang. Fasilitas tersebut telah beroperasi kembali.
  • Samref, Arab Saudi: Sebuah drone jatuh di kilang yang setengahnya dimiliki oleh Exxon Mobil Corp pada 19 Maret.
  • Bapco Energies, Bahrain: Pabrik berkapasitas 400.000 barel per hari tersebut rusak akibat serangan bulan lalu dan menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada operasi yang terdampak.
  • Gulf Petrochemical Industries Co, Bahrain: Beberapa unit operasional terbakar setelah serangan drone pada 5 April.
  • Fasilitas Kuwait National Petroleum Co (KPC) dan Petrochemical Industries Co mengalami kerusakan signifikan saat tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran berusaha mengendalikan kebakaran di beberapa lokasi, kata KPC pada 5 April. Serangan tersebut terjadi setelah serangan terhadap markas besar KPC.
  • Mina Al-Ahmadi, Kuwait: Serangan drone menyebabkan kebakaran di sejumlah unit operasional pada 3 April. Kilang tersebut juga telah diserang selama dua hari berturut-turut bulan lalu yang menyebabkan beberapa unit ditutup.
  • Mina Abdullah, Kuwait: Kebakaran di pabrik ini berhasil dipadamkan setelah serangan pada 19 Maret.
  • Lanaz, Irak: Operasi di pabrik di kota Erbil, Irak utara, dihentikan bulan lalu setelah kebakaran yang disebabkan oleh serangan drone, lapor Reuters, mengutip pejabat provinsi yang tidak disebutkan namanya.
Konflik di kawasan telah mengganggu produksi dan lalu lintas kapal tanker. (Bloomberg)

Fasilitas Gas

  • Ras Laffan, Qatar: QatarEnergy menyatakan fasilitas LNG dihantam rudal Iran, memicu kebakaran yang menyebabkan kerusakan luas, termasuk pada pabrik gas-to-liquids Shell Plc. QatarEnergy telah menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada beberapa kontrak pasokan jangka panjang.
  • Habshan, UEA: Abu Dhabi menghentikan operasi di fasilitas pengolahan gas alam terbesar di negara itu pada Jumat setelah serangan memicu kebakaran.
  • South Pars, Iran: Israel menyerang fasilitas di ladang gas raksasa Iran pada 18 Maret, di mana kebakaran menyebabkan beberapa unit dihentikan produksinya, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.
  • Isfahan, Iran: Stasiun regulasi tekanan gas dan gedung administrasi terkait menjadi sasaran serangan AS-Israel pekan ini di Provinsi Isfahan tengah, lapor kantor berita semi-resmi Fars.
  • Shah, UEA: Operasi dihentikan setelah serangan drone Iran pada 16 Maret memicu kebakaran di ladang gas alam raksasa tersebut.
  • Pulau Das LNG, UEA: Pabrik Abu Dhabi di Teluk Persia beroperasi pada tingkat rendah akibat ketidakmampuan untuk mengekspor melalui Selat Hormuz.

Ladang Minyak

  • Majnoon, Irak: Ladang minyak di selatan negara tersebut menjadi sasaran serangan, menurut pernyataan Kementerian Minyak Irak, yang tidak memberikan rincian tambahan.
  • Shaybah, Arab Saudi: Ladang minyak berkapasitas 1 juta barel per hari di timur kerajaan tersebut berulang kali menjadi sasaran serangan drone. Tidak ada laporan kerusakan.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

  • Bushehr, Iran: Sebuah proyektil menghantam lahan PLTN Bushehr pada 27 Maret, seperti dilaporkan kantor berita Fars Iran, menambahkan bahwa penilaian awal menunjukkan tidak ada kerusakan pada bagian mana pun dari fasilitas tersebut. PLTN ini sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan.

Pabrik Aluminium

  • Al Taweelah, UEA: Emirates Global Aluminium mengatakan pada 28 Maret bahwa mereka mengalami "kerusakan signifikan" di lokasi mereka di zona industri Pelabuhan Khalifa di Abu Dhabi akibat serangan Iran.
  • Alba, Bahrain: Aluminium Bahrain mengatakan sedang menilai tingkat kerusakan pada fasilitasnya setelah serangan Iran.
  • Mobarakeh, Iran: Mobarakeh Steel Co sepenuhnya menghentikan produksi setelah serangan menyebabkan kerusakan dan menghancurkan unit-unit utama, lapor Nour News milik pemerintah Iran pada 2 April, mengutip pernyataan perusahaan.

Pelabuhan

  • Yanbu, Arab Saudi: Kegiatan bongkar muat di pelabuhan utama Laut Merah ini kembali berjalan pada 19 Maret, setelah sempat terhenti akibat serangan Iran. Fasilitas ini menjadi sangat penting karena kerajaan tersebut berupaya meningkatkan ekspor, setelah lalu lintas di Selat Hormuz nyaris terhenti total.
  • Fujairah, UEA: Pelabuhan penting Emirat di luar Selat Hormuz ini beberapa kali ditutup akibat serangan drone, yang berdampak pada aliran minyak mentah dan bahan bakar.
  • Jebel Ali, UEA: DP World sebelumnya telah menangguhkan operasi di pelabuhan kontainer utama di Dubai sebagai langkah pencegahan.
  • Khor Fakkan, UEA: Puing-puing akibat intersepsi pertahanan udara jatuh di pelabuhan pada 5 April, menyebabkan kebakaran yang berhasil dikendalikan oleh pihak berwenang.
  • Sohar, Oman: Pelabuhan ini telah melanjutkan operasinya setelah ditutup karena daerah tersebut dihantam oleh drone.
  • Mina Al Fahal, Oman: Terminal ekspor minyak mentah kembali beroperasi pada 12 Maret setelah ditutup sebagai langkah pencegahan.
  • Salalah, Oman: Pelabuhan ini menghentikan operasinya setelah serangan pada 28 Maret, menurut Inchcape Shipping Services. Oman menyatakan sedang menyelidiki sumber dan motif serangan tersebut karena tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Fasilitas ini juga pernah diserang sebelumnya.
  • Khalifa Bin Salman, Bahrain: Unit APM Terminals milik Maersk mengatakan pada 12 Maret bahwa mereka menghentikan operasional di pelabuhan tersebut.
  • Shahid Haghani, Iran: Serangan AS-Israel menargetkan pelabuhan di kota selatan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim pada 1 April.
Serangan sejak 28 Februari, yang terbaru dilingkari. (Bloomberg)

(bbn)

No more pages