Dengan basis produksi yang kuat dan didukung sumber daya domestik, kata dia, Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan rantai pasok global.
"Jadi, kita punya ekses yang bisa kita ekspor. Seandaninya nanti ternyata Indonesia kebutuhannya meningkat, pasti kita dahulukan domestik," kata dia. " Tapi hitungan perkiraan sekarang, kita punya kapasitas yang bisa kita ekspor negara-negara sahabat."
Negara-negara tersebut meliputi Australia hingga India, yang saat ini mengalami gangguan distribusi impor pupuk akibat konflik tersebut.
Sejumlah negara itu, belakangan juga telah menajdi langganan utama ekspor pupuk produksi perusahaan pelat merah tersebut.
"Mereka negara-negara sahabat. Kita juga, selama ini mengekspor ke Australia, ke India, negara-negara Asia Tenggara. Itu akan terus kita lakukan," kata dia.
"Bedanya, hari ini mungkin mereka sedang kesulitan, karena 10 juta ton urea yang biasa keluar dari Selat Hormuz dari negara-negara Arab itu terhenti. Nah kita punya kapasitas untuk bisa ekspor ya kita akan alokasikan untuk negara-negara sahabat kita."
(ain)



























