Dirut PI Buka-bukaan Kondisi Pupuk RI Dampak Konflik Timur Tengah
Sultan Ibnu Affan
02 April 2026 12:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengakui konflik Timur Tengah memberikan tekanan signifikan terhadap distribusi pupuk di dunia. Sebanyak 30% jalur pupuk dalam perdagangan dunia diketahui melewati Selat Hormuz.
"Kalau dalam volume itu kalua setiap bulan 4 juta ton melalui Selat Hormuz, terdiri dari 1,5 juta ton urea, 1,5 juta sulfur dan sisanya jenis pupuk lainnya," ujar Rahmad dalam rapat bersama antara pimpinan BUMN dan Komisi XI di DPR, Kamis (2/4/2026).
Kendati demikian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), kata dia memiliki kapasitas produksi pupuk urea yang saat ini mencapai 8,8 juta ton.
"Sehingga meskipun terjadi gejolak harga urea yang meningkat sebelum perang, dari US$400 dan sekarang sudah mencapai US$800 atau dua kali lipat, tapi kami bisa meyakinkan di depan bapak-bapak pimpinan dan anggota Komisi XI insya Allah untuk Indonesia aman," katanya.
"Karena ureanya diproduksi dalam negeri," ujar dia.































