Logo Bloomberg Technoz

ESDM Sudah Uji Biodiesel B50 di Sektor Tambang, Apa Hasilnya?

Pramesti Regita Cindy
07 April 2026 12:10

Seorang pekerja mengisi bahan bakar kendaraan saat uji jalan biodiesel berbahan dasar sawit 40% di Maribaya (Dimas Ardian/Bloomberg)
Seorang pekerja mengisi bahan bakar kendaraan saat uji jalan biodiesel berbahan dasar sawit 40% di Maribaya (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan uji penggunaan bahan bakar biodiesel 50% (B50) pada sektor alat berat pertambangan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, dari hasil sementara uji tersebut penggunaan B50 pada mesin diesel khususnya di sektor pertambangan, menunjukkan performa yang stabil.

"Secara umum, hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin. Ini menjadi indikasi positif bahwa biodiesel dapat diandalkan untuk mendukung operasional sektor industri," kata Eniya mengutip keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).


B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari 50% biodiesel (B100) berbasis minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, dan 50% bahan bakar solar (B0).

Truk autonomous milik Rio Tinto di tambang Gudai-Darri, Australia. (Fotografer: Carla Gottgens/Bloomberg)

Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.