Menakar Posisi Indonesia di Tengah 'Huru-Hara' Pupuk Dunia
Hidayat Setiaji
31 March 2026 11:49

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perang di Timur Tengah sudah meletus lebih dari sebulan. Titik terang menuju perdamaian belum terlihat.
Dampak dari perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran ini meluas ke pasar keuangan, terutama ke harga komoditas. Harga berbagai komoditas energi melambung jauh terbang tinggi.
Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent melesat nyaris 36%. Sedangkan yang jenis light sweet melonjak hampir 43%.
Sementara harga gas alam di pasar TTF (Belanda) melejit 23,59% dalam periode yang sama, Di Inggris, harga gas meroket 21,68%.
Salah satu penyebab utama kenaikan harga energi adalah jalur pelayaran di Selat Hormuz yang praktis tutup. Selat ini menjadi wilayah konflik, yang tidak jarang memakan korban kapal kargo sipil.






























