Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Sebut Depresiasi Rupiah Sudah Masuk Skenario APBN Terbaru

Mis Fransiska Dewi
07 April 2026 19:10

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sudah memasukkan asumsi pelemahan rupiah dalam skenario perubahan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. 

Sebelumnya, Purbaya mengatakan pemerintah berencana mengubah asumsi defisit anggaran dari semula 2,68% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi sekitar 2,9% PDB. Salah satu penyebab utama pelebaran defisit anggaran adalah kenaikan harga minyak dunia yang membuat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) membengkak.    

Di tengah kenaikan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut melemah seiring terjadinya gejolak geopolitik global, terutama akibat konflik antara AS, Israel dan Iran. 


"Angka simulasi itu rupiahnya bukan dari APBN sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, sudah masuk dalam hitungan skenario," ujar Purbaya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,33% pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026). Mata uang Nusantara kembali berada di level terendah sepanjang masa, yaitu Rp17.095/US$.