Logo Bloomberg Technoz

Minyak Bisa Terbang ke US$200 Jika Houthi Kuasai Bab el-Mandeb

Pramesti Regita Cindy
07 April 2026 15:20

Houthi mendekati kapal Galaxy Leader di Laut Merah pada 20 November. (Sumber: Handout/Getty Images)
Houthi mendekati kapal Galaxy Leader di Laut Merah pada 20 November. (Sumber: Handout/Getty Images)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) memproyeksikan harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga US$200/barel jika kelompok Houthi di Yaman turut mengambil alih kendali Selat Bab el-Mandeb. 

Selat Bab-el-Mandeb adalah titik rawan utama global antara Yaman di Semenanjung Arab dan Djibouti serta Eritrea di Tanduk Afrika, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan selanjutnya ke Samudra Hindia.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menjelaskan Yaman memiliki potensi yang krusial, sebab dia berbatasan langsung dengan Selat Bab el-Mandeb yang menjadi jalur utama perdagangan antara Eropa dan Asia melalui Terusan Suez.


Untuk itu, keterlibatan kelompok pendukung Iran seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman juga dinilai memperbesar risiko gangguan pada jalur perdagangan global.

"Kalau area ini terdampak juga, sedangkan Yaman sudah lihat, Houthi sudah lihat, dampaknya Selat Hormuz, Iran sudah mengontrol Selat Hormuz, bisa dibilang secara teknis mereka mengontrol Selat Hormuz. Yaman bisa ngikut juga, Houthi sudah bisa ngikut juga [melakukan hal yang sama]," kata Moshe kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/4/2026). 

Serangan Houthi di dekat Selat Bab el-Mandeb./dok. Bloomberg