Saham konsumen primer juga turun hingga pemberat pelemahan IHSG, saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) jatuh 9,52%, saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) amblass 7,45%, dan saham PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang terpeleset 6,29%.
LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan ikut tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG utamanya, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) amblas 4,71%, dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan pelemahan 3,84%.
Tren bearish siang hari ini juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 3,59%, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) drop 3,09%. Dan juga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terpeleset 2,76%.
Analis Phillip Sekuritas memaparkan, investor terus memantau perkembangan terkait dengan perang AS–Israel dan Iran.
Kabar terbaru, Iran secara tegas menolak gencatan senjata yang bersifat sementara, dan sebaliknya meminta jalan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Sebelumnya, Axios melaporkan– AS, Iran, dan beberapa negara sedang membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran perang secara permanen.
Harapan penurunan ketegangan di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, di mana para mediator dari Pakistan, Mesir dan turki sedang membahas syarat–syarat kesepakatan dua tahap.
Adapun Bursa Asia siang hari ini melaju bervariasi. Indeks Taiwan TAIEX melesat 1,62%, SETI Thailand melejit 0,61%, Shenzhen Comp. China menguat 0,16%, TOPIX Jepang terapresiasi 0,1%, sementara itu, FTSE Malaysia KLCI melemah 0,34%, Strait Times Singapore melemah 0,19%, SENSEX 30 India turun 0,11%, Shanghai merah 0,04%, dan NIKKEI 225 terdepresiasi 0,02%.
(fad)






























