Harga Minyak Dekati Rekor Usai Trump Ancam Infrastruktur Iran
News
07 April 2026 06:21

Rong Wei Neo - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak Amerika Serikat (AS) bertahan di level tertinggi sejak Juni 2022 setelah Donald Trump melontarkan ancaman keras untuk melenyapkan infrastruktur utama Iran. Ancaman ini diberikan jika tuntutannya tidak dipenuhi sebelum tenggat waktu yang jatuh pada hari Selasa (7/4/2026).
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$113 per barel setelah naik 0,8% pada hari Senin, sementara jenis Brent menetap tepat di bawah US$110. Meski Trump sempat menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran "berjalan baik", ia tetap menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan "prioritas yang sangat besar."
Presiden AS tersebut memaparkan konsekuensi berat yang akan dihadapi Iran jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu Selasa pukul 20.00 waktu setempat (Eastern Time). Trump mengeklaim militer AS sanggup menghancurkan "setiap jembatan di Iran pada pukul 12 besok malam."
Ia juga mengancam bahwa pembangkit-pembangkit listrik akan dibuat "terbakar, meledak, dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi." Langkah penghancuran infrastruktur sipil seperti ini dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa.































