Logo Bloomberg Technoz

Saran JK Soal Rencana Pemerintah Naikkan Defisit 3%

Dovana Hasiana
06 April 2026 17:30

Jusuf Kalla. (Sumber: M. Fikri/Bloomberg Technoz)
Jusuf Kalla. (Sumber: M. Fikri/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) buka suara soal usulan dari sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih untuk melebarkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melebihi 3%. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen akan menjaga defisit APBN hanya di level 3%. 

Berarti, kata dia, pemerintah tetap harus mengurangi alokasi belanja untuk menjaga defisit tersebut tetap berada di bawah 3%. Namun, dia menilai, pemerintah tak boleh mengurangi alokasi belanja transfer ke daerah, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. 

"Sebab kalau dikurangi itu sangat terkena masyarakat dan pendidikan di masa depan. Sehingga kita minta evaluasi anggaran-anggaran yang masih bisa katakanlah dikurangi, ditunda, dan sebagainya," ujar Jusuf Kalla dalam konferensi pers, dikutip Senin (06/04/2026). 


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah hanya akan mempertimbangkan untuk menaikkan batas defisit anggaran negara sebesar 3% dari produk domestik bruto dalam situasi darurat. Ia menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menilai Indonesia harus “hidup sesuai kemampuan.”

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg News di kediamannya, Prabowo mengatakan pemerintah hanya akan menyetujui peningkatan defisit secara sementara di atas 3% dari PDB jika harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.