Logo Bloomberg Technoz

Purbaya: Defisit Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun, 0,93% dari PDB

Mis Fransiska Dewi
06 April 2026 12:24

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN KITA, kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube KemenkeuRI)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN KITA, kamis (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube KemenkeuRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Maret 2026 tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp99,8 triliun atau 0,41% terhadap PDB. Pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68% terhadap PDB.

“Ketika ada defisit, masyarakat jangan kaget memang anggaran kita didesain defisit. Kalau saya belanjakan merata sepanjang tahun kan harusnya di triwulan I-2026  lebih besar dibanding tahun lalu defisitnya,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026). 


“[defisit] Itu suatu normal tapi yang jelas kita monitor terus selama setahun akan seperti apa pendapatannya dan belanjanya. Jadi kita berhati-hati dalam hal ini.”

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit anggaran berasal dari belanja total Rp815 triliun atau tumbuh 31,4% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp620,3 triliun. Sementara itu, penerimaan negara hanya terealisasi Rp574,9 triliun, dengan mayoritas disumbang oleh pajak yakni Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3% dari Maret tahun lalu yakni Rp404,7 triliun.