Defisit Dagang RI ke China Q1-2026 Melebar, Jadi US$ 5,52 Miliar
Mis Fransiska Dewi
04 May 2026 15:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan defisit perdagangan Indonesia ke China semakin lebar pada periode kuartal I-2026 yakni sebesar US$ 5,52 miliar. Sementara pada periode Januari hingga Februari 2026 lalu, defisit perdagangan dengan Negeri Panda tercatat sebesar US$ 5,23 miliar.
Dalam data BPS disebutkan bahwa total impor RI dari China tercatat sebesar US$22,02 miliar sementara total ekspor Indonesia ke negara tersebut hanyalah sebesar US$16,50 miliar saja.
“Tiongkok didorong oleh komoditas penyumbang defisitnya, yaitu mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya, dan juga mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya atau HS87,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (4/5/2026).
Sebagai informasi, defisit untuk mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya menyumbang defisit US$5,05 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya berkontribusi terhadap defisi sebesar US$4,77 miliar. Sementara itu defisit untuk kendaraan dan bagiannya mencapai US$1,18 miliar.
Selain China, Indonesia juga mencatatkan defisit perdagangan dengan negara tetangga, Ausytalia sebesar US$2,38 miliar dan juga Prancis sebesar US$0,63 miliar.





























