Logo Bloomberg Technoz

Defisit APBN 2027 Dipatok 1,8%-2,4% PDB, Menyusut dari Tahun Ini

Redaksi
21 May 2026 20:40

APBN per April 2026: Defisit Anggaran Menyusut Jadi 0,6% PDB (Bloomberg Technoz/Asfahan)
APBN per April 2026: Defisit Anggaran Menyusut Jadi 0,6% PDB (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menerapkan postur yang lebih hati-hati dengan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2027 di kisaran 1,8% - 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Kisaran ini lebih rendah dibanding target yang dipatok pada 2026 yakni 2,68%, bahkan diproyeksi bisa mencapai 2,94% jika harga minyak dunia terus melonjak sepanjang tahun ini. 

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang menjadi dasar rancangan APBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).


Presiden kemudian memaparkan sejumlah asumsi dasar dan target utama dalam KEM-PPKF Tahun 2027. Pendapatan negara ditargetkan berada pada kisaran 11,82% hingga 12,40% terhadap PDB. Sementara itu, belanja negara direncanakan pada kisaran 13,62% hingga 14,80% terhadap PDB, guna mendukung berbagai program prioritas nasional.

"Dari sisi pembiayaan, pemerintah menargetkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) acuan tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5% - 7,3%," ujar Prabowo dalam pidatonya dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Negara, Kamis (21/5/2026).