Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Menanjak & Rupiah Terdesak, Apakah APBN Aman?

Redaksi
24 April 2026 10:01

Dolar AS Melemah, Rupiah dan Valuta Asia Berjaya (Diolah berbagai sumber)
Dolar AS Melemah, Rupiah dan Valuta Asia Berjaya (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sedang dalam situasi yang menantang. Dinamika perekonomian terkini menjadi hal yang berisiko menambah beban anggaran negara.

Per akhir Maret, APBN 2026 mencatat defisit Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Lebih tinggi ketimbang periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp 104,2 triliun (0,43% PDB).

Penerimaan negara per akhir bulan lalu tercatat Rp 574,9 triliun. Tumbuh impresif 10,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).


Akan tetapi, belanja negara mencapai Rp 815 triliun per akhir Maret. Melonjak 31,4% yoy. Laju belanja yang lebih cepat ketimbang penerimaan membuat defisit APBN menjadi lebih dalam.

Ke depan, ada beberapa faktor yang bisa menjadi tantangan bagi pelaksanaan APBN 2026. Ini terkait dengan asumsi makro, yang sepertinya bakal meleset dari perkiraan.