Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, WIKA juga mencatatkan EBITDA operasi positif sebesar Rp426,52 miliar. Hal ini menjadi indikator bahwa perusahaan mampu menjaga kinerja operasional yang sehat di tengah tekanan industri.

Perbaikan Struktur Keuangan dan Efisiensi

Di sisi keuangan, WIKA terus melakukan langkah-langkah perbaikan struktur permodalan. Salah satunya ditunjukkan dengan penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun.

Selain itu, utang berbunga juga berhasil ditekan sebesar Rp2,08 triliun. Penurunan ini masing-masing setara dengan 29,5 persen dan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan arus kas. Pengelolaan keuangan yang lebih disiplin menjadi fokus utama dalam proses transformasi ini.

WIKA juga menjalankan delapan stream penyehatan keuangan sebagai strategi utama. Salah satu fokusnya adalah percepatan penyelesaian piutang melalui berbagai pendekatan.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan penurunan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun. Nilai piutang tercatat turun 29,2 persen menjadi Rp4,58 triliun.

Selain itu, nilai pekerjaan dalam proses konstruksi juga berhasil ditekan sebesar Rp1,15 triliun. Penurunan ini setara dengan 34,6 persen sepanjang 2025.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa langkah transformasi ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan perusahaan. “Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan Perseroan. Di tahun ini Perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi Perseroan,” ujar Emin.

Transformasi yang dilakukan WIKA tidak hanya berfokus pada aspek keuangan. Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas operasional guna mencapai efisiensi yang berkelanjutan.

Langkah ini menjadi penting untuk memastikan setiap proyek dapat dikelola secara optimal. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan daya saing di tengah kondisi industri yang dinamis.

WIKA juga menyadari bahwa keberhasilan transformasi memerlukan dukungan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemegang saham, kreditur, dan mitra kerja menjadi faktor kunci.

Perusahaan terus melakukan komunikasi intensif dengan pemegang saham mayoritas. Hal ini dilakukan untuk memperoleh dukungan strategis dalam menjalankan rencana penyehatan.

Selain itu, koordinasi dengan kreditur juga terus diperkuat. Dukungan dari pihak perbankan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, WIKA optimistis dapat memperbaiki fundamental bisnisnya. Transformasi yang dijalankan diharapkan mampu membawa perusahaan menuju kondisi yang lebih sehat.

Ke depan, WIKA akan terus melanjutkan upaya restrukturisasi secara komprehensif. Fokus utama adalah menurunkan beban keuangan serta meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang terarah, WIKA berupaya menjaga keberlanjutan bisnis. Perusahaan juga optimistis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Langkah transformasi ini menjadi bukti bahwa WIKA tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi yang terus berkembang.

(tim)

No more pages