Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Inflasi Maret Landai Dipicu Emas & Diskon Tiket Mudik

Mis Fransiska Dewi
03 April 2026 12:30

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)
Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan laju inflasi pada Maret 2026 atau periode Ramadan dan Lebaran melambat karena didorong oleh deflasi harga emas dan kebijakan insentif diskon program tiket pesawat oleh pemerintah. 

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Maret 2026 berada di level 3,48% secara tahunan (yoy), menurun dibanding Februari yang mencapai 4,8% (yoy). Angka inflasi Maret 2026 secara bulanan (mtm) bahkan hanya 0,41%, atau melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,68%. Padahal umumnya, inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran lebih tinggi dibanding periode lainnya.

“Hal ini terutama didorong oleh deflasi harga emas yang signifikan dan penurunan harga tiket pesawat menyusul program diskon pemerintah,” kata Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman saat dihubungi pada Jumat (3/4/2026). 


Dia memperkirakan harga tiket pesawat akan tetap tinggi, karena permintaan yang kuat kemungkinan akan melebihi diskon selama liburan Idul Fitri. Meskipun demikian, harga barang dan jasa terkait Ramadan–Idul Fitri terus meningkat sesuai dengan pola musiman, terutama pada makanan dan minuman, pakaian, bahan bakar, transportasi khususnya transportasi antar kota, dan restoran.

Di sisi lain, dia menyebut meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menimbulkan risiko kenaikan terhadap prospek inflasi Indonesia dan dapat menutup pintu bagi penurunan suku bunga kebijakan jika berlanjut.