Inflasi Maret 2026 Landai, Pemerintah Klaim Akibat Paket Insentif
Redaksi
02 April 2026 16:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mengklaim laju inflasi pada Maret 2026 atau periode Ramadan dan Lebaran, landai karena didukung upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan ekonomi.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Maret 2026 berada di level 3,48% secara tahunan (yoy), menurun dibanding Februari yang mencapai 4,8% (yoy). Angka inflasi Maret 2026 secara bulanan (mtm) bahkan hanya 0,41%, atau melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,68%. Padahal umumnya, inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran lebih tinggi dibanding periode lainnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan insentif, berupa diskon transportasi, bantuan pangan, serta pengendalian inflasi dengan operasi pasar, intervensi harga, dan pengawasan distribusi pada periode Ramadan dan Lebaran.
"Indeks harga konsumen dipengaruhi penurunan inflasi pada seluruh komponen, terutama administered price (harga diatur pemerintah) dan volatile food (harga pangan bergejolak)," ujar Febrio dalam keterangan pers, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan, dampak basis rendah atau low base effect diskon listrik awal 2025 mendorong turunnya inflasi administered price ke level 6,1% (yoy) dari angka Februari 12,7% (yoy).































