WFH Ubah Paradigma Kerja ASN, dari Absensi ke Prestasi
Redaksi
02 April 2026 17:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat yang baru diimplementasikan pemerintah mendapat respons positif dari kalangan pengamat dan akademisi. Selain menjadi bagian dari gerakan hemat energi nasional, kebijakan ini juga dinilai sebagai langkah penting dalam transformasi budaya kerja, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN).
Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menjelaskan kebijakan WFH dapat mengurangi mobilitas ASN satu hari dalam sepekan, sehingga konsumsi bahan bakar untuk transportasi dapat ditekan. Di sisi lain, penggunaan energi listrik di gedung perkantoran juga berpotensi menjadi lebih efisien.
Namun demikian, menurut Trubus, kekuatan utama kebijakan WFH tidak hanya terletak pada penghematan energi, melainkan pada dorongannya terhadap perubahan paradigma kerja di birokrasi.
“WFH Jumat bagi ASN dapat dipahami sebagai bagian dari adaptasi birokrasi terhadap standar kerja baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Ini bukan sekadar kebijakan penghematan, tetapi juga langkah menuju birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” kata Trubus dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Lebih lanjut, ia menilai penerapan WFH setiap hari Jumat menandai pergeseran penting dari budaya kerja berbasis kehadiran (presensi) menuju budaya kerja berbasis output (hasil).



























