Logo Bloomberg Technoz

Dian Swastatika (DSSA) Bicara Soal Saham Tak Likuid

Nyoman Ary Wahyudi
02 April 2026 15:35

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) angkat bicara soal saham perseroan yang dianggap tak likuid oleh sebagian pengelola dana investasi atau fund manager. 

Direktur DSSA Daniel Cahya menuturkan, anggapan itu tidak sepenuhnya tepat sasaran. Daniel beralasan nilai dan volume transaksi saham DSSA relatif besar setiap harinya.

“Sebetulnya value, volume kita tinggi untuk per hari tetapi kenapa kita dianggap tidak likuid, kita kan secara manajemen kita tidak melakukan trading, dan manajemen tidak punya saham di DSSA,” kata Daniel saat media gathering di Jakarta, Kamis (2/4/2026).


Hanya saja, Daniel mensinyalir, anggapan saham DSSA tak likuid itu belakangan disebabkan karena harga saham emiten Grup Sinar Mas tersebut terlampau tinggi.

Konsekuensinya, biaya yang mesti dikeluarkan investor untuk jual beli saham DSSA menjadi mahal. “Kita itu kalau mau naik 1% perlu 25 tik, banyak sekali, saham kita terlihat tidak likuid,” tutur Daniel.