Analis: Ancaman Baru Trump ke Iran Picu Gejolak Pasar Global
News
02 April 2026 12:20

Winnie Hsu dan Aya Wagatsuma - Bloomberg News
Bloomberg, Pasar keuangan dunia kembali diliputi kecemasan setelah Donald Trump memberikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat (AS) akan menggempur Iran "sangat keras" dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pidato tersebut memukul harapan para pelaku pasar yang menantikan tanda-tanda berakhirnya perang.
Indeks saham berjangka AS merosot, sementara indeks saham Asia Pasifik memperlebar kerugian hingga 1,7% sesaat setelah pidato Trump dimulai. Bursa Korea Selatan dan Jepang memimpin pelemahan di kawasan Asia. Di sisi lain, indeks dolar Bloomberg naik sebesar 0,3% seiring kembalinya investor ke aset aman (risk-off).
Berikut tanggapan para analis:
Jumpei Tanaka, Kepala Strategi Investasi di Pictet Asset Management Japan Ltd, mengatakan pidato Trump tidak sesuai harapan pasar yang menginginkan sinyal berakhirnya konflik.


























