Logo Bloomberg Technoz

Harga Plastik Melejit Disengat Konflik di Timur Tengah

Andrean Kristianto
01 April 2026 18:21

Calon pembeli melihat produk berbahan plastik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli melihat produk berbahan plastik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.

Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.

Pedagang mengatakan kenaikan plastik ada yang mencapai hingga Rp25.000 sedangakan styrofoam dari Rp35.000 naik ke Rp55.000. (Bloomberg Technoz/Andre)

Pedagang mengatakan kenaikan plastik ada yang mencapai hingga Rp25.000 sedangakan styrofoam dari Rp35.000 naik ke Rp55.000. (Bloomberg Technoz/Andre)

Harga gelas plastik juga mengalami kenaikan dari harga Rp17.000 menjadi Rp23.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga gelas plastik juga mengalami kenaikan dari harga Rp17.000 menjadi Rp23.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kenaikan disebabkan oleh produsen bahan baku atau industri hulu plasik yang mayoritas berasal dari Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Kenaikan disebabkan oleh produsen bahan baku atau industri hulu plasik yang mayoritas berasal dari Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga meluas ke berbagai negara di Asia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga meluas ke berbagai negara di Asia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketergantungan terhadap bahan baku dari kawasan Timur Tengah membuat banyak industri turut terdampak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketergantungan terhadap bahan baku dari kawasan Timur Tengah membuat banyak industri turut terdampak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli melihat produk berbahan plastik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.
Pedagang mengatakan kenaikan plastik ada yang mencapai hingga Rp25.000 sedangakan styrofoam dari Rp35.000 naik ke Rp55.000. (Bloomberg Technoz/Andre)
Harga gelas plastik juga mengalami kenaikan dari harga Rp17.000 menjadi Rp23.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kenaikan disebabkan oleh produsen bahan baku atau industri hulu plasik yang mayoritas berasal dari Timur Tengah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga meluas ke berbagai negara di Asia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ketergantungan terhadap bahan baku dari kawasan Timur Tengah membuat banyak industri turut terdampak. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global. Kondisi ini dipicu konflik yang melibatkan Iran sehingga berdampak pada rantai distribusi internasional.

Seorang pedagang di Pejaten, Jakarta Selatan menyatakan kenaikan harga sudah dirasakan sejak seminggu sebelum Hari Raya Idulfitri. Dampak tersebut terlihat pada berbagai jenis produk plastik yang dijual di pasaran.

“Plastik naik Rp5 ribu dari Rp10.000 ke Rp15.000, yang jumbo aja dari Rp25.000 ke Rp50.000, naik Rp25.000, dari seminggu sebelum lebaran, styrofoam dari Rp35.000 ke Rp43.000 ke Rp55.000, gelas-gelas gini (gelas plastik) dari Rp17.000 ke Rp23.000,” kata penjual di toko plastik Anak Rantau, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026).

Dampak gangguan pasokan tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga meluas ke sejumlah negara Asia seperti Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Ketergantungan terhadap bahan baku dari kawasan Timur Tengah membuat banyak industri turut terdampak.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyebut kenaikan harga kemasan telah mencapai hingga 60%. 

"Ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan kemasan plastik. Nah, ini yang mengakibatkan harga melonjak dan di pasar, khususnya pasar ritel, itu untuk kemasan yang siap jual kenaikannya bisa bahkan 50–60%," ujarnya saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).

Kenaikan tersebut terjadi karena produsen bahan baku plastik di Timur Tengah mengurangi produksi dan mengalami hambatan pengiriman, termasuk pada polietilena (PE), polipropilena (PP), dan linear low-density polyethylene yang turun hingga 30% dari kapasitas normal. 

Kementerian Perindustrian sebelumnya menilai kondisi ini diperparah oleh kenaikan biaya logistik akibat gejolak harga minyak dunia yang sempat mencapai rekor tertinggi.

(dre/ain)