Logo Bloomberg Technoz

Penambang Berat Jalankan B50, Sedot 35% dari Biaya Operasional

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 April 2026 11:30

Tambang emas Martabe./Bloomberg-Dadang Tri
Tambang emas Martabe./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi industri pertambangan bakal memikul beban tambahan jika implementasi mandatori biodiesel B50 diberlakukan per 1 Juli 2026.

Ketua Komite Pertambangan Minerba Apindo Hendra Sinadia mengungkapkan biaya operasional penambang sudah mengalami kenaikan sejak penggunaan B40 pada 2025. Terlebih, dalam program B40 ‘subsidi’ hanya diberikan khusus sektor pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

Dia menjelaskan biaya bahan bakar dalam perusahaan pertambangan umumnya mencapai 25%—35% dari total biaya operasional, sehingga setiap kenaikan biaya bahan bakar bakal sangat berdampak terhadap keberlangsungan bisnis pertambangan.


“B40 sudah memberatkan, jadi kalau ditambah ke B50 tentu lebih berat lagi beban biayanya. Apalagi, harga bahan bakar naik dan biaya bahan bakar di perusahaan tambang itu besar, bisa 25%—35% dari total biaya operasional,” kata Hendra ketika dihubungi, Kamis (2/4/2026).

Biodiesel./Bloomberg-James MacDonald

Dalam kesempatan sebelumnya, Hendra sempat mengungkapkan terdapat salah satu perusahaan batu bara yang harus memikul beban operasional tambahan sebesar US$2/ton akibat penggunaan B40.