Paksa Harga Turun, Trump Siapkan Tarif Impor Farmasi hingga 200%
News
02 April 2026 14:50

Madison Muller, Jennifer A. Dlouhy dan Hadriana Lowenkron - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintahan Donald Trump bersiap mengumumkan pengenaan tarif terhadap perusahaan farmasi yang belum mencapai kesepakatan jaminan harga rendah di Amerika Serikat (AS). Langkah ini, menurut sumber yang memahami rencana tersebut, dijadwalkan meluncur paling cepat Kamis (2/4) sebagai bagian dari kebijakan pajak barang impor atas dasar keamanan nasional.
Selama setahun terakhir, Trump telah mengancam industri farmasi dengan tarif yang berkisar antara 100% hingga 200%. Upaya ini dilakukan untuk memaksa perusahaan farmasi mengembalikan proses manufaktur ke AS dan memangkas harga obat bagi pasien domestik. Sebagian besar perusahaan besar, termasuk Pfizer Inc dan Eli Lilly & Co, dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih demi mendapatkan penangguhan tarif selama tiga tahun.
Tarif baru ini berakar pada investigasi di bawah Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan (Trade Expansion Act). Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan ini menyebutkan bahwa perusahaan yang tidak memiliki kesepakatan dan tidak sedang bernegosiasi dengan pemerintah akan dikenakan tarif sebesar 100%.
Meski demikian, sumber tersebut menambahkan bahwa rencana ini belum final dan masih bisa berubah. Selain itu, kemungkinan akan ada pengecualian untuk kategori obat-obatan dan penyakit tertentu. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.



























