Logo Bloomberg Technoz

Gapki Soal B50 per Juli: Butuh 16 Juta Ton CPO, Ekspor Bisa Turun

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 April 2026 13:00

Ilustrasi biodiesel (Envato)
Ilustrasi biodiesel (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memprediksi program mandatori biodiesel B50 bakal membutuhkan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sekitar 16 juta ton, meningkat 3—4 juta ton dari kebutuhan untuk B40 sekitar 12 juta ton.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyatakan kebutuhan tambahan CPO tersebut kemungkinan besar bakal membuat ekspor produk olahan minyak sawit atau processed palm oil tergerus sekitar 3 juta ton, lantaran digunakan untuk kebutuhan domestik.

Akan tetapi, karena program B50 baru akan diterapkan pada Juli 2026, penurunan ekspor diperkirakan hanya sekitar separuhnya atau sekitar 1,5 juta ton.


Dia menilai penurunan porsi ekspor, ditambah dengan upaya intensifikasi melalui peremajaan sawit rakyat serta replanting oleh perusahaan, masih akan menjaga pasokan CPO tetap memadai untuk program B50.

“Untuk pemberlakuan B50 satu semester membutuhkan tambahan sekitar 1,5 juta ton. Untuk B50 cukup dengan intensifikasi dengan Peremajaan Sawit Rakyat [PSR] dan replanting perusahaan,” kata Eddy ketika dihubungi, Kamis (2/4/2026).

Pertumbuhan produksi CPO Indonesia untuk menopang program biodiesel./dok. BMI