Logo Bloomberg Technoz

Plastik Melambung, RI Impor dari China-Korea Selatan US$873 Juta

Mis Fransiska Dewi
02 April 2026 14:47

Pekerja merapihkan wadah plastik di salah satu ritel modern di Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan wadah plastik di salah satu ritel modern di Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengimpor plastik dan bahan plastik senilai US$873,2 juta pada Februari 2026 di tengah kenaikan harga plastik yang melambung karena pasokan bahan baku terganggu imbas eskalasi konflik Timur Tengah. 

Kenaikan harga juga terjadi karena Indonesia mengimpor bahan baku plastik hingga 60%.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan plastik dan bahan plastik menjadi komoditas impor nonmigas yang memberikan andil defisit terbesar pada neraca perdagangan Januari-Februari 2026, yakni sebesar US$1,39 miliar.


"Impor plastik dan barang dari plastik atau HS 39 pada bulan Februari 2026 ini mencapai US$ 873,2 juta," ungkap Ateng dalam konferensi pers, dikutip Kamis (2/4/2026). 

Dia memerinci impor komoditas tersebut berasal dari China sebesar US$380,1 juta, Thailand sebanyak US$82,7 juta, dan juga dari Korea Selatan sebesar US$66,7 juta.

Artikel Terkait