Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Makin Berat, Rupiah Kembali Sentuh Level Rp17.000-an/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 April 2026 10:17

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertahanan rupiah jebol lagi di hari kedua April. Setelah kemarin rupiah sempat menembus Rp17.000-an/US$, rupiah kembali melemah 0,22% dan mengantarkannya ke level Rp17.017/US$ setelah sesi pembukaan yang stagnan pagi tadi. 

Rupiah kembali menembus level Rp17.000-an/US$ pagi ini (2/4/2026). (Bloomberg)

Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang kawasan yang mayoritas melemah. Hanya ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong yang masih terapresiasi terbatas sebesar 0,03% dan 0,02%. 

Mata uang yang paling terpukul adalah won Korea Selatan dengan pelemahan 0,62%, disusul baht Thailand 0,52%, yen Jepang 0,38%, dolar Singapura 0,29%, dan rupiah 0,19%, pada pukul 09.52 WIB.


Mata uang Asia melemah seiring kembali meningkatnya eskalasi perang Timur Tengah dengan pernyataaan terbaru Presiden AS Donald Trump yang baru saja berbicara di Gedung Putih. Trump kembali membahas rencana untuk segera keluar dari Iran, tetapi memperingatkan kemungkinan peningkatan eskalasi seiring AS terus mengerahkan aset militer di Timur Tengah.  

Pergerakan mata uang Asia berbalik melemah pada Kamis (2/4/2026), setelah sempat menguat kemarin. (Bloomberg)

Dia mengatakan AS akan menyerang Iran 'dengan sangat keras' dalam dua hingga tiga pekan ke depan, dan menyebut akan menargetkan infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, jika kesepakatan tidak tercapai.