Logo Bloomberg Technoz

Menlu Rubio Isyaratkan AS Tinjau Ulang Hubungan dengan NATO

News
02 April 2026 07:15

Menlu AS Marco Rubio. (Stefani Reynolds/Bloomberg)
Menlu AS Marco Rubio. (Stefani Reynolds/Bloomberg)

Eric Martin - Bloomberg News

Bloomberg, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa AS kemungkinan perlu meninjau kembali hubungannya dengan NATO setelah perang di Iran berakhir. Rubio menyebut kurangnya dukungan dari aliansi militer tersebut selama konflik di Timur Tengah sebagai hal yang "sangat mengecewakan."

Rubio melontarkan kritik pedas kepada anggota NATO karena menolak akses ke pangkalan militer. Hal ini menyusul kecaman sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut mitra Organisasi Perjanjian Atlantik Utara itu sebagai "pengecut" dan menganggap aliansi tersebut hanyalah "macan kertas."


"Presiden dan negara kami harus memeriksa ulang semua ini setelah operasi ini selesai," ujar Rubio dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera. "Jika NATO hanya tentang kami yang membela Eropa saat mereka diserang, namun mereka menolak hak pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan kesepakatan yang menguntungkan. Sulit untuk tetap terlibat dalam hubungan seperti itu."

Sebagian besar anggota NATO telah menolak permintaan Trump untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz yang vital. Jalur tersebut efektif ditutup oleh Iran dengan ancaman pembalasan setelah negara itu diserang oleh AS dan Israel. Jalur krusial bagi pasokan energi ini telah lumpuh sejak akhir Februari, yang mengakibatkan harga minyak dan gas melonjak tajam.