Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun di Tengah Sinyal Damai AS-Iran

News
02 April 2026 06:45

Ilustrasi harga minyakMinyak. (dok Bloomberg)
Ilustrasi harga minyakMinyak. (dok Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia bergerak melemah seiring fokus para pelaku pasar tertuju pada sinyal Presiden AS Donald Trump yang berupaya mengakhiri perang di Iran. Meski demikian, jalur perdagangan vital Selat Hormuz hingga kini masih hampir tertutup sepenuhnya bagi pelayaran global.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat merosot hingga 1,8% ke level US$98,37 per barel setelah melemah 1,2% pada perdagangan Rabu (1/4). Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 9 malam waktu setempat. Menurut pejabat Gedung Putih, dalam pidato tersebut Trump diperkirakan akan menekankan bahwa operasi militer kemungkinan besar berakhir dalam dua hingga tiga minggu ke depan.


Konflik ini telah melumpuhkan Selat Hormuz secara efektif, sehingga mencekik pasokan minyak mentah, gas, dan produk turunan seperti diesel ke pasar global. Kondisi ini memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran akan krisis inflasi. Meski harga minyak berjangka sedikit menurun dalam beberapa hari terakhir, patokan harga AS masih sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan sebelum perang.

Prospek resolusi damai turut mendorong optimisme ke pasar yang lebih luas. Namun, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, memperingatkan bahwa kebijakan pembatasan energi mungkin segera diberlakukan di sejumlah negara seiring makin parahnya guncangan pasokan bulan ini. Di beberapa negara, mulai dari Prancis hingga Australia, dilaporkan banyak SPBU yang telah kehabisan stok.