Logo Bloomberg Technoz

Laporan IBM 2026: Ancaman Siber Kian Kompleks Terutama Manufaktur

Merinda Faradianti
31 March 2026 19:20

IBM. Dok: Bloomberg
IBM. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keberadaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kondisi saat ini ibarat ‘pisau bermata dua’. Di satu sisi membawa manfaat besar bagi dunia usaha, tetapi di saat yang sama keberadaannya juga mengubah lanskap ancaman siber menjadi lebih kompleks.

Laporan IBM 2026 X-Force Threat Intelligence Index menunjukkan, AI membuat serangan siber menjadi lebih cepat, lebih mudah memperluas skala, dan adaptif. Namun di sisi lain, kondisi ini disebabkan karena lemahnya keamanan dasar siber yang kerap dimiliki berbagai organisasi.

Bagi pelaku ancaman siber, AI bukan sekadar alat baru, melainkan berperan sebagai akselerator yang memungkinkan reconnaissance, phishing, social engineering, hingga penyesuaian jalur serangan yang dilakukan dengan lebih efisien, sebut Catherine Lian, General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Selasa (31/3/2026).


Laporan IBM menjelaskan, Indonesia yang tengah mengalami ekspansi digital dan adopsi AI, pelaku industri harus memastikan penguatan keamanan siber. Supaya, transformasi yang sedang berjalan tidak berpotensi memperluas permukaan serangan siber yang lebih cepat jika dibandingkan dengan kematangan keamanan.

Lantaran, pertumbuhan industri dan ekonomi Indonesia yang berbasis platform, memerlukan kematangan keamanan. Di mana sektor manufaktur masih menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 18% terhadap PDB pada kuartal II-2025.