Biaya Bahan Baku Turun, Manufaktur AS Tumbuh Enam Bulan Beruntun
News
02 July 2026 06:40

Maya Prakash - Bloomberg News
Bloomberg, Aktivitas manufaktur di Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan ekspansi selama enam bulan berturut-turut pada Juni 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh mulai meredanya lonjakan biaya bahan baku yang sebelumnya sempat melambung imbas perang.
Berdasarkan data yang dirilis pada hari Rabu (1/7), indeks manufaktur yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) turun tipis 0,7 poin ke angka 53,3, namun tetap bertahan mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Angka di atas 50 menunjukkan adanya pertumbuhan, di mana pencapaian ini menandai periode ekspansi terpanjang bagi sektor manufaktur AS sejak tahun 2022.
Dari sisi biaya, harga bahan baku terpantau mengalami kenaikan dengan laju yang jauh lebih lambat sepanjang Juni lalu. Indeks harga dari lembaga tersebut merosot tajam hingga 9.1 poin ke level 73, yang menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2022. Kemerosotan ini terjadi setelah adanya kesepakatan sementara antara AS dan Iran yang berhasil membuat harga minyak dunia anjlok.
Meski demikian, indeks biaya tersebut sebenarnya masih berada jauh di atas level pada awal tahun ini. Laporan ISM mengindikasikan bahwa kenaikan harga baja dan aluminium, penerapan tarif pada barang impor, serta konflik yang masih membara di Timur Tengah terus memberikan tekanan yang mendorong kenaikan biaya operasional.





























