Logo Bloomberg Technoz

Mengenal GPS Jamming, Perang Sunyi yang Terjadi di Selat Hormuz

Merinda Faradianti
31 March 2026 15:40

Selat Hormuz (Sumber: Bloomberg)
Selat Hormuz (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ratusan kapal di Selat Hormuz dan Teluk Arab mengalami gangguan GPS atau jamming dan pemalsuan sinyal atau spoofing yang parah. 

Menurut laporan Windward, setidaknya lebih dari 1.100 kapal mengalami gangguan GPS ini di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah peluncuran Operasi Epic Fury.

GPS jamming ini menyebabkan posisi AIS atau Automatic Identification System menjadi tak akurat dan muncul di lokasi fiktif. Perang sunyi di Selat Hormuz ini semakin meningkatkan tensi geopolitik yang berisiko menyebabkan tabrakan dan mengganggu 20% aliran minyak dunia.


Dalam laporannya, Windward mengidentifikasi setidaknya 21 kelompok yang mengalami AIS di seluruh perairan Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, dan Iran. Lalu lintas melalui Selat Hormuz ini menjadi melambat dengan beberapa kapal tanker yang berafiliasi dengan Barat melakukan transit gelap atau berbalik arah.

Cara kerjanya, GPS jamming ini mengirimkan sinyal palsu. Bahkan sinyal AIS ada yang dialihkan ke pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah dan perairan terdekat. Sementara ratusan kapal lainnya menciptakan pola seperti lingkaran di perairan UEA, Qatar, dan Oman.