Logo Bloomberg Technoz

Kondisi Pasar Tak Ideal, Lelang SUN Besok Bisa Jadi Lebih Mahal

Redaksi
30 March 2026 11:19

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah lonjakan harga minyak mentah dan tekanan eksternal dengan eskalasi geopolitik yang makin panas, pemerintah kembali menawarkan Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp36 triliun pada esok hari, Selasa (31/3/2026).

Melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, lelang ini membuka ruang penyerapan hingga 150% dari target indikatif. Hal ini dapat mencerminkan fleksibilitas pemerintah dalam merespons permintaan dari pasar. 

Kondisi lelang esok hari bisa dibilang tidak ideal. Pasar obligasi global masih dibayangi ketidakpastian, sementara harga minyak yang tinggi juga makin memperbesar risiko inflasi dan menekan nilai tukar rupiah. Hari ini, harga minyak jenis brent kembali tembus di atas US$100 per barel. 


Pasar juga sedang tidak berada dalam kondisi "murah", terlihat dari kupon obligasi panjang yang ditawarkan bahkan hingga 7,12%. Dengan angka tersebut, pasar surat utang domestik sepertinya masih diganjar dengan premi risiko tinggi lantaran ketidakpastian geopolitik dan data-data domestik yang belum sepenuhnya mendukung.

Sebagai gambaran, berkaca pada lelang SUN sebelumnya pada 3 Maret, penawaran yang masuk lebih rendah 19,23% menjadi Rp50,94 triliun dari lelang sebelumnya 18 Februari yang tercatat Rp63,06 triliun.