Logo Bloomberg Technoz

Penguatan Rupiah Picu Reli di Pasar SUN

Tim Riset Bloomberg Technoz
07 May 2026 15:42

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi beli mewarnai pasar Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari ini, Kamis (7/5/2026), yang ditandai dengan penurunan imbal hasil (yield) di semua tenor. 

Penguatan pada nilai tukar rupiah membawa angin segar pada pasar SUN yang kemarin sempat tertekan aksi jual yang masif. Alhasil, hari ini semua tenor mengalami penurunan yield.

Yield tenor 4 tahun turun 20 bps ke 6,51%, disusul tenor 7 tahun yang turun 17,9 bps ke 6,65%. Begitu juga dengan yield tenor 5 tahun turun 16 bps ke 6,57%, dan tenor acuan 10 tahun ikut turun 9,8 bps ke 6,63%. 

Reli di pasar SUN hari ini, seiring menguatnya rupiah terhadap dolar AS. (Bloomberg)

Penguatan rupiah hari ini yang kembali turun di bawah Rp17.400/US$ mendorong investor kembali masuk ke instrumen obligasi domestik.

Perbaikan sentimen global dipicu meningkatnya optimisme terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran juga menekan permintaan aset dolar AS. Di saat yang sama, penguatan yuan China dan mata uang Asia lainnya ikut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil.