Risiko Inflasi Akibat Harga Minyak Bayangi Pasar Surat Utang RI
News
26 March 2026 08:30

Harry Suhartono-Bloomberg News
Bloomberg, Pasar surat utang RI sedang mengalami tekanan karena perang Iran mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu risiko inflasi, mempercepat arus keluar modal, dan mempertajam kekhawatiran atas kredibilitas utang negara.
Biaya pinjaman mata uang lokal untuk penerbit dengan peringkat teratas telah naik hampir 70 basis poin (bps) bulan ini ke level tertinggi dalam hampir setahun, karena investor memperhitungkan risiko bahwa kenaikan harga energi akan memicu inflasi dan memperumit prospek kebijakan. Pengawasan ketat terhadap peringkat kedaulatan Indonesia telah mendorong premi risiko di seluruh pasar surat utang domestik.
Sejak menjabat tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan kebijakan seperti program makan bergizi gratis (MBG) yang menimbulkan kekhawatiran tentang batas defisit anggaran, yang menyebabkan lembaga rating menurunkan prospek fundamental RI.
Pada saat yang sama, Indonesia memberikan subsidi biaya bahan bakar, sehingga membuat fiskalnya rentan terhadap harga minyak yang lebih tinggi. Dan bank sentral pekan lalu mempertahankan suku bunga tetap stabil, mempertimbangkan tekanan kurs rupiah akibat sentimen-sentimen tersebut.




























