Logo Bloomberg Technoz

Dari BBM ke Listrik: Seberapa Siap Transisi Energi Indonesia?

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 March 2026 19:10

PLTS Muin berkapasitas 50 kWp di Desa Muin, Papua Selatan merupakan salah satu dari 13 PLTS milik PLN yang diresmikan oleh Presiden Prabowo (Dok. PLN)
PLTS Muin berkapasitas 50 kWp di Desa Muin, Papua Selatan merupakan salah satu dari 13 PLTS milik PLN yang diresmikan oleh Presiden Prabowo (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perang yang berkecamuk lebih dari empat pekan dan menyebabkan gangguan pasokan komoditas energi seperti minyak, dan membuat sejumlah negara di kawasan Asia mulai berhitung untuk melakukan langkah efisiensi. 

Selain berhitung soal efisiensi, kondisi ketidakpastian geopolitik saat ini memaksa banyak negara mempertimbangkan untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Termasuk Indonesia. 

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto berencana untuk melakukan konversi kendaraan dari berbahan bakar bensin menjadi listrik. Rencana konversi itu akan diberlakukan bagi hampir semua jenis kendaraan, mulai dari motor, mobil, hingga truk.  


Rencana konversi ini lantas membawa ingatan pada komitmen yang pernah diungkapkan Prabowo juga di pertengahan 2025 untuk mengembangkan energi surya secara masif sebagai salah satu upaya diversifikasi sumber energi di Tanah Air, kala meresmikan 15 proyek energi terbarukan sebagai solusi untuk mencapai kemandirian energi di desa-desa dan pulau terpencil. 

Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawat (GW) dalam dua tahun ke depan. Target ini diupayakan demi ketahanan energi nasional dan melepaskan ketergantungan pada impor energi fosil.