Logo Bloomberg Technoz

DAMPAK PERANG TIMTENG

Freeport, Arutmin, Amman Berjibaku Hadapi Lonjakan Harga Diesel

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 May 2026 12:00

Proyek Amman Mineral di wilayah Batu Hijau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Waskita Beton Precast)
Proyek Amman Mineral di wilayah Batu Hijau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Waskita Beton Precast)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah perusahaan tambang Indonesia mengamini konflik yang terjadi di Timur Tengah mengakibatkan biaya energi di sektor pertambangan, terutama dari kenaikan harga solar atau diesel

Bahkan, sejumlah petinggi perusahaan tambang di Indonesia melaporkan terdapat beberapa negara, seperti India, yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan solar untuk kebutuhan industri.

VP Government Relation PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti menilai konflik geopolitik tersebut sebenarnya justru menguntungkan bagi industri tembaga, sebab harga logam tembaga untuk industri terus mengalami lonjakan harga.


Penutupan jalur perdagangan minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz diprediksi membuat banyak negara mempercepat masifikasi pemanfaatan energi bersih dan kendaraan listrik—di mana hal tersebut membutuhkan tembaga.

“Jadi ini menciptakan lebih banyak nilai bagi tembaga. Jadi bagi industri tembaga, ini menciptakan fundamental yang lebih baik ke depan,” kata Harry dalam MetConnex 2026, Selasa (12/5/2026).